Categories
Parenting

Saatnya Mengandalkan Ayah Bagian 2

HARAP MAKLUM

Lantas, bagaimana agar ayah dapat menjalin kelekatan dengan bayi? Caranya sederhana kok, yakni dimulai dengan ayah menjalani peran sebagai penolong bunda saat dibutuhkan. Kalau kita merasa keterampilan ayah merawat bayi masih di bawah standar, mohon dimaklumi deh. Wajar kalau ayah masih grogi. Memasang popok mungkin masih terbalik, atau meja jadi berantakan gara-gara ayah menuangkan bubur saring buat si kecil. Bunda, tahanlah untuk tidak melontarkan kritik. Beri keleluasaan kepada suami untuk melakukan perawatan menurut versinya selama hal itu tidak melampaui batas. Kritik pedas hanya akan membuat ayah jadi malas dan enggan untuk melakukannya lagi. Soal sifat mengayomi, nah ini tak perlu dikhawatirkan.

Pernah melihat perubahan sikap dan perilaku yang terjadi pada seorang pria yang telah memiliki anak? Betul sekali, setelah menjadi ayah, seorang pria umumnya menjadi lebih bertanggung jawab dan lebih mengayomi dibandingkan sebelumnya. Perubahan sikap dan perilaku ini merupakan salah satu efek positif dari perubahan yang terjadi pada otak ayah. Perubahan seperti ini sebenarnya sudah mulai terjadi sejak masa kehamilan. Neuroscience menunjukkan adanya peningkatan produksi hormon prolaktin pada otak ayah saat masa kehamilan istrinya.

Pada perempuan, hormon ini berperan dalam pembentuk an ASI. Sedangkan pada ayah, hormon prolaktin akan membantu menekan produksi testosteron sehingga menumbuhkan sikap mengayomi secara alami. Hormon lain yang diproduksi otak seorang ayah adalah hormon okstosin. Hormon ini merupakan respons dari kontak fisik antara ayah dengan bayinya. Bahkan, melihat senyum si kecil saja sudah bisa mengaktifkan bagian otak yang sama saat ayah sedang jatuh cinta! Semakin tinggi hormon oksitosin, semakin erat pula hubungan emosional seorang ayah dengan buah hati.

Karena itulah, Ayah dan Bunda harus saling percaya satu sama lain untuk me ngasuh si kecil. Kerjasama kedua orangtua punya peran besar dalam tumbuh kembang bayi hingga masa dewasanya. Bunda harus mendukung Ayah untuk berpartisipasi dalam pengasuhan. Sedangkan, Ayah tak perlu ragu untuk menunjukkan kasih sayang pada si kecil. Kasih sa yang hangat dari kedua orangtua menjadi dasar untuk tumbuh kembang optimal anak, baik secara fisik, psikologis, maupun kognitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *